Jumat, 06 Maret 2009

Tata Cara Pernikahan Jawa

Dalam upacara pernikahan memang ada beberapa pernedaan antara satu daerah dengan daerah lain atau satu desa dengan desa lain atau desa dengan kota, seperti dalam pepatah jawa, Desa Mawa Tata Cara Negara Mawa Tata. Sebenarnya dalam upacara pernikahan bukan berbeda tetapi bagaimana mereka yang akan menyelenggarakan pernikahan itu di sesuaikan dengan keadaan yang ada dalam gal ini faktor ekonomi juga menunjang dalam pelaksanaan pernikahan.
Untuk mencoba melestarikan budaya jawa berikut ini akan kita ulas sedikit mengenai apa saja sebenarnya urutan-urutan yang dilakukan dalam upacara pernikahan dan istilah-istilah menurut tata cara jawa
1. Utusan
Utusan yaitu orang yang di suruh oleh orang tua calon penganten putra untuk melakukan pembicaraan dengan orang tua pihak putri. utusan ini juga sering di sebut congkok
2. Salar
Salar yaitu apa yang dilakukan oleh congkok dalam menanyakan kepada orang tua pihak putri, meminta keteranagan apakah pihak putri sudah dilamar oleh orang lain atau belum. salar ini juga seing disebut sebagai Nakokake
3. Nontoni
nontoni yaitu melihat keadaan calon penganten putri di rumah kediamannya orang tuanya yang dilakukan oleh congkok dengan membawa calon penganten putra
4. Nglamar
Ngalamar yaitu melanjutkan pembicaraan yang berarti sudah ada persetujuan dari calon besan. Nglamar ini dapat dilakukan oleh congkok atau diwakili dengan surat
5. Ningseti
Ningseti ini mencakup :
a. Menyerahkan paningset dari calon pengantin putra ke penganten putri.
b. Menyerahkan asok tukon
c. Menetapkan hari, tanggal, bulan, tahun untuk melangsungkan akad nikah. ini disebut juga gethak dina
Di jaman sekarang biasanya ada upacara lira kalpika rukmi calon penganten putra dan calon penganten putri sebagai tanda pepacangan.

Bersambung

Disadur dari BUKU Upacara Penganten (tatacara kejawen) penerbit Aneka Ilmu Semarang